SK hynix kembali membuat taruhan besar pada kecerdasan buatan. Raksasa memori asal Korea Selatan ini menyetujui investasi manufaktur baru senilai 54 triliun won (sekitar $38 miliar) pada hari Jumat, dengan mengotorisasi dua pabrik chip baru yang akan memperluas produksi chip memori yang mendukung sistem AI. Langkah ini mencerminkan keyakinan perusahaan bahwa permintaan infrastruktur AI akan tetap kuat selama bertahun-tahun—dan bahwa memori, bukan prosesor, tetap menjadi kendala terbesar industri ini.
Pengumuman ini hadir setelah hasil kuartalan yang memecahkan rekor yang menunjukkan pentingnya memori bandwidth tinggi (HBM) dalam ledakan AI saat ini. Sesuai laporan sebelumnya dari Cryptopolitan, SK Hynix mencatatkan pendapatan 79,3 triliun won pada kuartal kedua, dan laba bersih 60,5 triliun won karena meningkatnya permintaan teknologi HBM. Perusahaan telah mulai melakukan pengiriman besar-besaran chip HBM4 untuk mempertahankan kepemimpinannya di bidang memori AI.
Investasi ini sangat penting bagi perusahaan yang memproduksi chip AI dan layanan cloud karena perangkat akselerator canggih bergantung pada integrasi beberapa tumpukan HBM di samping chip menggunakan teknologi pengemasan canggih, seperti CoWoS milik TSMC. Hanya meningkatkan produksi chip GPU tidak akan membantu jika memori HBM tidak tersedia dalam jumlah yang cukup.
Menurut laporan yang diterbitkan oleh Omdia, memori kemungkinan akan menyumbang lebih dari 50% pendapatan pasar semikonduktor global pada tahun 2026 karena meningkatnya permintaan DRAM dan NAND akibat AI. TrendForce mengklaim bahwa pasokan DRAM dan HBM akan tetap ketat setidaknya hingga tahun 2027, karena kapasitas pengemasan canggih akan terbatas meskipun ada berbagai perkembangan di seluruh industri.
SK hynix menyediakan HBM kepada Nvidia dan produsen akselerator AI lainnya, yang berarti niat manufakturnya menjadi ukuran kunci kecepatan ekspansi infrastruktur AI. Investasi ini menyusul laporan terbaru Cryptopolitan tentang pengumuman CEO Nvidia Jensen Huang mengenai kerja sama senilai $500 miliar dengan SK Group, yang menunjukkan semakin pentingnya produksi memori.
Ke mana 54 triliun won akan dialokasikan SK hynix mengumumkan bahwa sejumlah 35,2 triliun won akan dialokasikan untuk pembangunan pabrik DRAM Y2 yang berlokasi di Yongin. Pada saat yang sama, 19,1 triliun won akan digunakan untuk membangun pabrik flash NAND M17 yang berlokasi di kampus Cheongju. Diperkirakan total investasi gabungan akan mencapai sekitar $38 miliar.
Proyek-proyek ini merupakan komponen integral dari rencana pengembangan SK hynix yang lebih luas. Perusahaan telah mengalokasikan 600 triliun won untuk Yongin Semiconductor Cluster dan 100 triliun won lagi untuk memperluas Cheongju, sementara pembangunan pabrik Y1 di sekitarnya sudah berlangsung.
Perusahaan mengambil langkah-langkah untuk memperkuat posisinya di memori AI. SK hynix menerima 58% dari pendapatan HBM global pada kuartal awal tahun 2026 berdasarkan Memory Tracker Counterpoint Research, dengan Samsung (21%) dan Micron (21%) menyusul di belakangnya.
HBM kini menjadi salah satu material langka di industri AI. Berbeda dari material DRAM biasa, HBM menggunakan teknologi penumpukan, teknologi through-silicon vias (TSV), dan teknologi pengemasan yang kompleks, sehingga sangat sulit untuk diproduksi.
Sesuai proyeksi Omdia, akan ada pertumbuhan 94,1% dalam industri semikonduktor pada tahun 2026, didorong oleh permintaan terkait AI untuk NAND dan DRAM.
Kekurangan pasokan telah mulai berdampak pada rencana pengembangan produk. Misalnya, Nvidia kini mempertimbangkan 8-Hi HBM dan solusi HBM4 untuk akselerator Rubin Ultra berikutnya alih-alih HBM4e 12-Hi yang sebelumnya direncanakan karena kekhawatiran bahwa berkurangnya ketersediaan DRAM pada tahun 2027 dapat menghambat produksi modul HBM.
Dinamika ini berarti pemasok memori semakin mengontrol seberapa cepat perangkat keras AI dapat memasuki pasar. Peningkatan kapasitas memori mengarah pada pertumbuhan pengiriman akselerator, sementara kekurangan memori memaksa produsen untuk merevisi desain produk mereka sesuai dengan jumlah memori yang tersedia.
Apa yang akan dibangun pabrik-pabrik tersebut, dan kapan Para analis mengantisipasi kondisi pasokan yang terus ketat karena akan memakan waktu beberapa tahun sebelum pabrik-pabrik baru beroperasi.
Menurut SK hynix, pabrik Y2 diharapkan memproduksi produk HBM serta produk DRAM generasi berikutnya. Konstruksi akan dimulai pada Juli 2027, dengan ruang bersih (cleanroom) diharapkan selesai pada Juni 2029. Peletakan batu pertama untuk pabrik M17 akan dilakukan pada Februari 2027, dan ruang bersihnya akan siap pada Desember 2028.
Menurut SK hynix, investasi ini berfungsi sebagai landasan untuk transisi yang diperkirakan akan memakan waktu alih-alih sekadar tren AI jangka pendek. Perusahaan menunjukkan bahwa berdasarkan perkiraan Omdia, perusahaan akan melihat pertumbuhan CAGR 19 persen dalam permintaan global untuk DRAM dan NAND hingga tahun 2030, sehingga menegaskan keyakinan SK hynix akan relevansi manufaktur memori massal untuk memenangkan persaingan di era kecerdasan buatan.
Pikiran kripto terpintar sudah membaca buletin kami. Ingin bergabung? Bergabunglah dengan mereka.
